Selasa, 23 Juni 2015

Mencari Jurnal Ilmiah dengan Google Scholar

Jurnal ilmiah merupakan referensi utama bagi mahasiswa dan dosen. Hal ini dikarenakan jurnal ilmiah merupakan publikasi hasil-hasil penelitian atau riset maupun kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam mengerjakantugas akhir, baik itu skripsi, tesis, maupun disertasi, keberadaan jurnal ilmiah sangat dibutuhkan. Jurnal ilmiah menjadi referensi dalam mengerjakan tugas akhir, selain buku-buku referensi tentunya.

Dalam mencari jurnal ilmiah, kadang kita merasa kesulitan mencari jurnal ilmiah, karena jurnal-jurnal Ilmiah terkemuka umumnya diportal dan berbayar. Tetapi, sekarang ini di era keterbukaan, sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa semua perguruan tinggi di dunia mempublikasikan karya ilmiahnya dalam portal yang gratis dan dapat diakses oleh semua pengguna internet. Untuk mencari jurnal ilmiah paling mudah adalah dengan menggunakan Google Scholar  atau Google Cendekia yang dapat diakses di https://scholar.google.co.id/.


Untuk mencari jurnal ilmiah menggunakan Google Scholar, cukup anda masukkan keyword atau kata kunci pencarian seperti pada Google biasanya. Maka hasil pencarian akan tampil dan anda dapat menyimpan jurnal ilmiah tersebut dalam format PDF.

image
Demikian tutorial mengenai cara mencari jurnal ilmiah dengan Google Scholar. Semoga bermanfaat !

Kamis, 28 Mei 2015

Analisis Butir Soal dengan QUEST

Salah satu software yang dierpergunakan untuk melakukan analisis butir soal adalah program QUEST. Tutorial kali ini akan kita pelajari mengenai cara melakukan analisis butir soal dengan program QUEST tersebut. Untuk melakukan analisis butir dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Membuat data masukan
  2. Membuat control file
  3. Menjalankan program Quest
  4. Memaknai output dari analisis yang dilakukan
Untuk langkah pertama, silahkan anda buat data masukan. Data masukan dibuat dengan menggunakan notepad. File data harus dibuat dalam satu folder dengan program QUEST. Data berisi kode kelas dan nomor siswa diikuti jawaban dari siswa. Misalnya data dituliskan : 1001BCBDADACADDCDAADDCBA. Hal ini menunjukkan data dari siswa pada kelas paralel 1 absen 001 dengan jawaban BCBDADACADDCDAADDCBA. Sebagai contoh berikut data masukan berupa data jawaban siswa dengan kode siswa 1001 sampai dengan 1030, dengan soal sebanyak 20 butir:
image
Simpan file, misalnya dengan nama : gab.txt.
 Langkah kedua, kita harus membuat control file yang berupa baris perintah (syntax) untuk menjalankan program QUEST. File ini juga dibuat dengan notepad dalam satu folder yang sama dengan program QUEST dan file gab.txt. Berikut contoh control file yang kita buat :
Title Math
data_file gab.txt
codes ABCDN
format name 1-4 items 5-24
key ACADADBCCDDCDACBDCBC
set width=107 ! page
estimate!iter=100
show >> gab.ot1
show items!stat=delta >> gabdelta.txt
show case! >> gabcase.txt
itanal!>> gabitem.txt
QUIT
Simpan file dengan nama gabQ.txt.
Langkah ketiga, jalankan program QUEST dengan klik dua kali pada program, maka akan muncul sebagai berikut :
image
Ketikkan> submit gabQ.txt maka akan muncul tampilan yang menunjukkan bahwa program QUEST sedang bekerja melakukan analisis butir. Jika anda lakukan semua langkah dengan benar, maka file-file dalam folder tersebut akan bertambah, yang merupakan output dari analisis yang kita lakukan.
image
Hasil gab.ot1 menyajikan reliabilitas tes dan reliabilitas peserta. Sedangkan, karakteristik butir dapat dilihat di gabitem.txt.
Demikian sekilas mengenai cara melakukan analisis butir soal dengan program QUEST . Untuk lebih jelasnya silahkan baca dengan teliti  lagi cara melakukan analisis butir soal dengan program QUEST  yang disajikan dalam tulisan Heri Retnawati yang dapat anda unduh di sini.

Mau Terlihat Seksi? Ini Caranya

Saat ini banyak sekali artis dan model membuat brand parfum atas namanya sendiri. Kemudian dengan kecantikan wajahnya dan keelokan tubuhnya mereka memikat pembelinya melalui iklan yang didesain sangat elegan. Iklan parrfum tersebut menjanjikan bahwa perempuan mana pun yang menyemprotkan cairan wangi tersebut, mereka akan tampil seseksi para model dan artis tersebut.

www.freedigitalphotos.net
Namun benarkah wewangian tersebut secara instan akan menggoda lelaki di sebelah Anda. Bagaimana dengan  orang-orang yang alergi terhadap wewangian. Jangan-jangan bukannya tertarik, mereka malah tunggang-langgang karena mencium parfum Anda.

Kabar baiknya ternyata pesan seksi yang disampaikan iklan tersebut benar adanya. Ketika Anda menyemprotkan parfum dengan aroma yang enak, Anda akan terlihat lebih seksi dan panas. Pada beberapa perempuan yang masih muda, aroma parfum juga akan membuatnya terlihat lebih muda.

Namun hati-hati bagi Anda yang sudah memiliki kerutan dan noda di wajah, parfum bisa membuat Anda terlihat semakin tua. Tampaknya parfum tak terlalu banyak menolong perempuan yang sudah berumur untuk tampil cantik dan seksi. Hal tersebut  terungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Monell Chemical Senseyang dilakukan kepada 18 laki-laki dan perempuan dewasa muda.

Selain itu, ada fakta menarik lagi yang dibeberkan oleh penelitian tersebut. Jika dua golongan perempuan tersebut (muda dan berumur) sama-sama memakai parfum yang tidak enak  baunya, orang-orang tidak bisa membedakan perbedaan umur antara perempuan muda dan sudah berumur. Mereka terlihat pada kisaran umur yang sama.  

Pesan yang ingin disampaikan adalah hati-hati untuk  memilih parfum. Jangan sampai cantiknya wajah Anda tersamarkan hanya karena wangi parfum murahan Anda. Oleh karena itu, jangan segan-segan berinvestasi pada parfum yang mahal. Anda berhak untuk tampil cantik dan seksi!

Selasa, 26 Mei 2015

Tunjangan Fungsional dan Asuransi Guru di Garis Depan Aman; Janji Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan tunjangan fungsional dan asuransi bagi para pengajar yang siap ditempatkan ke pelosok Indonesia. Hal itu dikemukakan Presiden saat melepas 798 Guru Garis Depan yang akan dikirim ke kabupaten-kabupaten pedalaman Indonesia, hari ini.
“Juga tentu saja kita ingin agar nanti ada peningkatan jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di tempat-tempat terpencil dengan memberikan sebuah tunjangan fungsional. Pemberian asuransi yang menjamin keamanan dan keselamatan,” kata Jokowi, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/5).

Jokowi menyatakan, masih banyak daerah terdepan dan terpencil yang jauh dari pemenuhan kebutuhan pendidikan seperti di Dompu, Merauke, perbatasan Entikong dan Sebatik. Pemerintah saat ini, kata dia, berkomitmen mewujudkan pemerataan pendidikan.
Menurut Jokowi, pemerintah juga memahami bahwa para guru tersebut nantinya membutuhkan sarana penunjang pengajaran dan penunjang karier mereka.

“Tapi bahagialah Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya menjadi angkatan pertama.  Tadi sudah disampaikan oleh pak menteri pendidikan, bahwa Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya adalah pejuang karena tempat yang akan dituju adalah memang tempat-tempat yang sulit, tempat-tempat yang terpecil, lokasi-lokasi perbatasan,” kata Jokowi.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, guru yang dikirim melalui Guru Garis Depan siap mengajar di manapun. Mereka adalah guru permanen dan bukan hanya kontrak program. Hari ini para guru itu akan langsung berangkat ke daerah-daerah penempatan.

Presiden mengingatkan kualitas pendidikan tidak merata karena di daerah pedalaman, guru-guru terbatas kemampuannya hanya untuk mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu ketimpangan pendidikan terjadi antara Jawa dan luar Jawa.

"Jangan lupa berikan karakter mental yang baik untuk anak-anak kita. Bahwa anak-anak yang berasal dari daerah pinggir harus punya sebuah kebanggaan bahwa mereka juga Indonesia," kata Jokowi.
Program Guru Garis Depan merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program ini 800 guru akan disebar ke 38 kabupaten yang dianggap kurang dalam hal pendidikan.

Menurut Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Dikdas, Sumarna Surapranata, seleksi guru garis depan ada tiga tahap.
Pertama, tahap registrasi pendaftaran di panitia seleksi nasional dan seleksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud ) yang diikuti 1480 calon perserta.
Kedua, tahap tes kompetensi dasar (TKD) mencakup tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan test karakteristik pribadi.
Ketiga, tahap penetapan nomor induk peserta (NIP) dan surat keputusan (SK) CPNS.

Rabu, 20 Mei 2015

Formalisme dalam Dunia Pendidikan

Kualitas pendidikan kita dari tingkat dasar sampai tinggi belum memuaskan. Untuk tingkat dasar sampai menengah, kualitas rendah pendidikan kita ditandai dengan peringkat Programme for International Student Assessment yang terus berada pada kisaran lima terendah dari sekitar 60 negara sejak tahun 2000.
Untuk pendidikan tinggi, jumlah karya ilmiah kita masih kalah jauh dengan jumlah karya ilmiah dari negara-negara tetangga di lingkup ASEAN. Telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah lewat berbagai kebijakan dan program mulai dari perbaikan kurikulum, model pendanaan seperti lewat dana bantuan operasional sekolah (BOS), program hibah kompetitif, perbaikan kualitas guru/dosen melalui program sertifikasi, sampai dengan pemberian otonomi ke beberapa perguruan tinggi negeri.
Sudah banyak usaha dan dana digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita, tetapi sebenarnya yang justru mendasar dan menjadi kunci perbaikan kualitas tidak tersentuh oleh berbagai program tersebut. Malahan dapat dikatakan bahwa kebijakan dan program yang dilakukan pemerintah memperparahnya. Hal yang diperparah itu adalah formalisme dalam pengelolaan pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan tingkat tinggi.


Yang saya maksud dengan formalisme adalah pemberian perhatian atau tekanan yang lebih besar pada aspek-aspek formal/legal kegiatan pengelolaan pendidikan ketimbang aspek-aspek yang lebih bersifat esensial dan penting terkait tujuan pendidikan. Tuntutan untuk memenuhi aspek legal/formal ini justru selalu menjadi bagian penting dan cenderung mendominasi setiap implementasi program perbaikan kualitas pendidikan yang digulirkan pemerintah.
Dalam implementasi Kurikulum 2013, yang akhirnya menjadi kesibukan utama para guru bukanlah melaksanakan model pembelajaran yang baik dan integratif, melainkan justru mengolah nilai yang rumit dan rinci karena menyangkut hampir semua aspek kehidupan siswa.
Begitu pula dalam pelaksanaan kegiatan penelitian yang didanai pemerintah, para dosen sangat disibukkan dengan pembuatan laporan keuangan yang sangat rinci dan bukan oleh kegiatan penelitian dan diseminasi hasilnya. Dalam Laporan Kinerja Dosen, setiap kegiatan juga harus disertai dengan surat tugas, bahkan bukti penulisan artikel di jurnal internasional pun baru sah kalau ada surat tugasnya. Surat tugas itu dibuat kapan dan oleh siapa tidak penting karena yang penting ada dan dilampirkan.

Taraf akut

Kuatnya formalisme di dunia pendidikan kita sudah pada taraf akut, bahkan sudah menjadi semacam ideologi bahwa hal itu menjamin kualitas yang lebih baik. Padahal, dampaknya adalah pereduksian makna dan praktik pendidikan ke wilayah formal legalistik. Pembelajaran tereduksi menjadi perkara administrasi nilai. Penelitian berubah lebih menjadi perkara pembuatan laporan keuangan. Demikian pula, kegiatan pemantauan dan evaluasi kualitas pendidikan lebih berkutat pada perkara ketersediaan dokumen dan pemenuhan peraturan.
Dengan formalisme ini akan menjadi jelas bagi kita semua mengapa pelajaran seni lebih berupa kegiatan menghafal hal-hal terkait seni karena pada akhir semester anak harus diuji secara formal pengetahuan seninya. Saya membayangkan betapa menariknya pelajaran seni ketika anak cukup diminta membawa alat musik yang paling disukai dan sekolah membantu menguasainya. Tidak perlu ada ujian mata pelajaran seni, tetapi semua anak lulus dan alangkah indahnya jika juga ada pentas yang menampilkan aksi pertunjukan mereka.
Alangkah prihatinnya kita menyaksikan anak-anak menghafal jenis tombol apa yang harus ditekan untuk menjalankan program komputer tertentu. Betapa absurdnya pendidikan kita ketika anak-anak kelas IV SD harus membaca teks padat kata-kata berbagai definisi tentang kelurahan, kecamatan, sampai lembaga tinggi negara seperti Mahkamah Konstitusi. Matematika dan Fisika yang mestinya menjadi pelajaran menarik dan menantang menjadi sangat membosankan karena aspek formalisme komputasi matematisnya yang justru menonjol dibandingkan dengan aspek pemecahan masalahnya.
Wabah formalisme ini mengalir deras sampai ke pendidikan tinggi. Dalam kegiatan seminar, memperoleh sertifikat sebagai pemakalah merupakan hal yang paling utama, sedangkan kegiatan diskusi dan debat tentang hasil penelitian cukup dilakukan sebagai basa-basi. Bahkan, ada usul menjadi guru besar yang ditolak hanya karena secara rumus matematis angka kreditnya kurang 0,4 dari syarat minimal 400. Padahal, dosen ini sudah malang melintang di berbagai pertemuan ilmiah dunia.
Formalisme ini menjadi musuh utama kreativitas dan kejujuran di sekolah. Padahal, sekolah harusnya menjadi tempat persemaian yang paling ideal bagi tumbuhnya kreativitas dan kejujuran. Mereka yang mempunyai kejujuran, ketulusan, dan kreativitas pasti akan tidak tahan menghadapi kuatnya tuntutan formalisme. Mereka akan menyingkir dan mencari tempat yang lebih sesuai. Pendidikan kita akhirnya kehilangan energi kreatif dan terperosok masuk ke dunia yang penuh dengan basa-basi yang memuakkan.
Sebenarnya peringatan akan dampak buruk dari formalisme ini pernah disampaikan rektor kedua Universitas Indonesia (1951-1954) Prof R Soepomo (Sulistyowati Irianto, 2012). Beliau mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh ditempatkan sebagai sebuah jawatan belaka di bawah administrasi Kementerian Pendidikan. Jika demikian, perguruan tinggi akan menyerahkan dirinya pada formalisme birokrasi dan sebagai akibatnya akan membinasakan semangat akademik dan perkembangan kehidupannya.

Jauhkan formalisme

Untuk itu formalisme harus sejauh mungkin dijauhkan dari dunia pendidikan kalau kita berharap ada perbaikan kualitas secara signifikan. Pemerintah sebagai pihak utama dalam pengelolaan pendidikan dapat membantu meminimalkan formalisme ini. Dalam tugasnya menjamin dan memfasilitasi perbaikan kualitas pendidikan, pemerintah sebaiknya menggunakan instrumen yang pokok dan sederhana. Pemerintah sebaiknya lebih positif dan percaya dalam memandang dan menempatkan institusi pendidikan baik negeri maupun swasta.
Dengan cara pandang ini, institusi pendidikan harus diberi otonomi yang lebih besar dalam pengelolaan kegiatannya. Pemerintah hanya perlu fokus pada indikator keluaran kunci seperti kualitas lulusan, prestasi institusi, serta karya dan kontribusi konkretnya. Aspek lain seperti kelengkapan dokumen, pendanaan, serta model pengelolaan dipercayakan sepenuhnya kepada institusi, lebih-lebih untuk institusi swasta.
Kalau pemerintah saat ini sedang mengusung tema besar "Revolusi Mental", bagi dunia pendidikan kita, revolusi mental itu paling tepat kita wujudkan dengan mengikis mental formalisme. Mentalitas formalistik bertentangan dengan arus utama abad ini yang justru diwarnai demokratisasi, bebas struktur, dan partisipatif sebagaimana terjadi dalam dunia internet. Pemerintah harus dan dapat menjadi pihak yang paling utama menyingkirkan formalisme ini dan jangan justru kelemahan dan kelambanan birokrasinya menyuburkan mental dan praktik formalisme ini.
Johanes Eka Priyatma
Rektor Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Guru Dituntut Lakukan Terobosan dalam Teknik Pembelajaran

Guru harus mencari terobosan pada setiap proses pembelajaran untuk menumbuhkan minat dan perhatian anak didik. Cara belajar yang sekadar berdiri menyampaikan materi di depan kelas telah sangat ketinggalan zaman.

"Kini eranya digital. Sangat mungkin para guru menciptakan terobosan pembelajaran. Metode pembelajaran yang unik menjadikan materi yang disampaikan juga akan lebih bisa diterima," tutur Wakil Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Sri Suciati di sela-sela pelaksanaan Lomba Pembelajaran Inovatif untuk guru SMA dan SMP di kampus Jalan Lontar baru-baru ini. Dikatakan pembelajaran menyenangkan bisa memadukan antara seni dan teknologi informasi.
Seiring dengan itu guru tak boleh pasif. Mereka dituntut inovatif bahkan menumbuhkan inspirasi. Ini juga demi menyesuaikan kondisi zaman yang terus bergerak menciptakan banyak perubahan. Perubahan itu salah satunya kemajuan ilmu dan teknologi yang mempengaruhi dunia pendidikan.

Sumber Informasi

"Sekarang kalau sekadar mencari informasi sangat mudah melalui internet. Ini ikut memengaruhi peran guru yang dulu menjadi satu satunya sumber informasi. Namun, tak boleh lupa guru adalah pendidik yang tak sekadar memberikan informasi melainkan juga menanamkan karakter," imbuh dia. Selain bisa memikat hati siswa, maka metode pembelajaran yang menyenangkan bisa membekas di benak siswa.
Dalam pelaksanaan lomba yang berlangsung dua hari, masing masing peserta menyajikan kemampuan terbaiknya. Misalnya guru SMA PL Don Bosco Semarang Anna Sri Marlupi. Dia menyajikan pembelajaran mapel sejarah dengan diiringi alat musik gitar, papan permainan ular tangga, dan tak ketinggalan laptop.

Senin, 18 Mei 2015

Cara Sederhana Mengajarkan Konsep Seleksi Alam

Tulisan kali ini tidak akan keluar dari tema tulisan sebelumnya yaitu seputar keinginan penulis berbagi tips mengajar, terutama untuk konsep-konsep IPA yang terkadang membuat anak bosan apabila kosep tersebut diajarkan melalui metode ceramah.
Salah satu materi atau konsep IPA yang “rawan” untuk diajarkan dengan metode ceramah adalah konsep mengenai seleksi alam. Kebanyakan guru (termasuk penulis sendiri sebelum mencoba cara ini) sering terjebak mengajarkan konsep ini dengan mendongeng tentang pengertian seleksi alam yang ujung-ujungnya “menjudge” Charles Darwin dengan teori evolusinya. Hal yang lebih parah adalah kebanyakan guru hanya mengajarkan apa yang terkutip dalam buku. Misalnya tentang seleksi alam terhadap ngengat “Biston bestularia” yang ada di Inggis sejak terjadinya revolusi industri secara besar-besaran di eropa.
Dari semenjak penulis sekolah di SMA hingga sekarang menjadi guru, dalam buku-buku pelajaran umumnya kasus Biston bestularia-lah yang selalu menjadi contoh. Padalah contoh seleksi alam bisa saja disesuaikan dengan konsidi lingkungan yang umumnya ada di Indonesia. Misalnya tentang populasi belalang yang ada di persawahan.
Berikut ini langkah pembelajaran yang sederhana untuk mengajarkan konsep seleksi alam:
Cara Sederhana Mengajarkan Konsep Seleksi Alam
1.    Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Alasan pembelajaran secara berkelompok sudah penulis singgung pada tulisan-tulisan sebelumnya yaitu dapat melatih interaksi sosial diantara siswa disamping mengajarkan materi pelajarannya itu sendiri.
2.    Sebagai kegiatan awal guru bisa saja memotivasi dan menarik perhatian siswa dengan “mendongeng”. Tetapi carilah cerita yang menarik dan berimajinasi tinggi misalnya tentang dinosaurus. Biasanya siswa akan lebih tertarik dan memperhatikan guru.
3.    Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu “bermain” dengan kancing genetika. Adapun alat yang diperlukan adalah; a) kancing genetika warna : hitam, putih, kuning, hijau, merah masing-masing sebanyak 50 biji, b)Papan / meja berwarna putih, c)Stopwatch. Adapun langkah kerjanya adalah; a)letakkan  semua kancing genetika di atas meja secara menyebar dan acak dengan posisi telungkup, b)siapkan stopwatch, lalu ambil satu persatu kancing genetika dalam waktu 30 detik.
4.    Siswa menghitung jumlah kancing yang terambil untuk setiap warna. Umumnya warna yang mencolok akan mendapat jumlah tertinggi. Akumulasikan jumlah kancing yang terambil untuk setiap warna kancing. Dalam langkah ini sebaiknya guru menyiapkan tabel tabulasi data jumlah kancing yang terambil. Guru memandu siswa berdiskusi untuk membahas mengapa jumlah kancing yang terambil paling banyak adalah yang warnanya mencolok.
5.    Pada kegiatan akhir pandulah siswa untuk menghasilkan suatu kesimpulan bahwa seleksi alam benar-benar terjadi, dan bahwa di alam individu yang bisa menyesuaikan dengan lingkungannya akan “tersamarkan” oleh alam sehingga lebih relatif “aman” dari predator atau pemangsa. Guru dapat menegaskan konsep ini dengan memberi contoh nyata berupa gambar. Gambar yang diberikan bisa Biston Bestularia, Belalang, maupun gambar burung kutub, dimana hewan-hewan tersebut jumlahnya akan mengelami fluktuasi tergantung kondisi alam.



Demikian tips mengajar kali ini. Semoga bermanfaat!

Kamis, 14 Mei 2015

Inilah Website Penyedia Jurnal Gratis

Di dalam dunia akademisi, setiap mahasiswa, dosen maupun praktisi akademis dituntut untuk bersinggungan dengan jurnal dan ebook. Permasalahan yang kadang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan jurnal yang tidak berbayar, karena ketika pencarian junal melalui internet, kebanyakan harus membayar untuk download jurnal tersebut. Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamphlet berseri berisi bahan-bahan ilmiah yang biasanya mengambil tema yang up to date (tema yang diminati) pada saat diterbitkan. Jurnal ilmiah biasanya berisikan hasil-hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh akademisi dan disusun secara ringkas dan sistematis.

Sebagai salah satu syarat penulisan tugas akhir (skripsi, tesis, atau disertasi) biasanya kita dituntut untuk memiliki rujukan jurnal asing atau jurnal berstandar internasional yang disertakan di daftar pustaka. Bahkan beberapa universitas menyaratkan 5 % – 10 % daftar pustaka yang digunakan adalah literature asing, baik buku-buku asing yang berbahasa Inggris maupun berwujud artikel ilmiah dan penelitian yang sudah dikemas dalam bentuk jurnal asing.

Terdapat banyak website penyedia literature asing yang bisa di download dalam format pdf, xml atau doc. Namun demikian, tidak semua universitas mampu berlangganan karena kendala harga yang relatif tinggi. Beberapa website penyedia journal berbahasa asing yang full text adalah sebagai berikut:
ProQuest
image
Jurnal yang dapat diunduh mencakup bidang ilmu: Agama, Ilmu Sosial, Pertanian, –Sains, Seni. Bisa diakses melalui melalui URL: http://search.proquest.com/. Username dan password biasanya diberikan oleh pihak universitas melalui perpustakaan secara berkala setiap bulannya.
Google Scholar
image
Google Scholar atau Google Cendekia merupakan salah satu mesin pencari artikel jurnal dalam berbagai format seperti pdf, doc, xml, dll yang cukup powerfull. Anda bisa mencari berbagai macam artikel ilmiah full text yang bisa di download secara lengkap. Google Scholar dapat diakses melalui URL https://scholar.google.co.id/
Layanan e-Resources Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI)

Untuk memenuhi kebutuhan kita, PNRI melanggan berbagai bahan perpustakaan digital online (e-Resources) seperti jurnal , ebook, dan karya-karya referensi online lainnya. Anda dapat mendaftar melalui URL http://keanggotaan.pnri.go.id/ dan mengakses layanan e-Resources PNRI melalui http://e-resources.pnri.go.id/index.php.
ResearchGate.Net

Anda juga dapat memperoleh berbagai jurnal di ResearchGate.Net. Untuk mendaftar menjadi anggota, anda harus menggunakan email resmi dari universitas. Anda dapat mengakses website ini melalui URL https://www.researchgate.net
Demikian beberapa website penyedia jurnal ilmiah gratis. Semoga bermnafaat !

Selasa, 12 Mei 2015

PNS bakal Banjir Duit, Juni Nanti


Surat petunjuk Menteri Keuangan (PMK) memang belum keluar. Namun, para pegawai negeri sipil bakal banji duit pada Juni mendatang. Pasalnya, mereka akan menerima rapelan kenaikan gaji enam persen sejak Januari ditambah gaji ke-13.

"Rencananya Juni rapelan kenaikan gaji direalisasikan Juni seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kabag Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Suwardi kepada media ini, Selasa (12/5).

Gaji ke-13 biasanya dibayarkan Juli. Namun, untuk tahun ini dimajukan Juni mengingat kebutuhan pembayaran sekolah. "Kemungkinan besar akhir Juli gaji ke-13 juga cair karena kan banyak yang butuh untuk bayar sekolah anak-anak," ucap Suwardi.
PNS banjir duit

Terkait kenaikan gaji PNS, Suwardi menyatakan, ada penurunan dibanding 2014. Tahun-tahun sebelumnya, PNS golongan satu sampai tiga menerima kenaikan gaji sebesar sepuluh persen. Sementara, golongan empat sebesar enam persen.

Namun, tahun ini seluruhnya merata enam persen. "Kenaikan tahun ini memang lebih kecil menjadi enam persen. Besarannya merata untuk semua golongan (I sampai IV)," tutur Suwardi.

Dia menambahkan, setiap tahunnya KemenPAN-RB selalu mengusulkan besaran kenaikan gaji PNS di kisaran 10-15 persen. Namun, realisasinya tergantung kemampuan anggaran negara.

Kendati kenaikan gaji menurun, PNS tetap mendapatkan peningkatan tunjangan kinerja sekitar 30 persen. Besaran ini disesuaikan dengan usulan masing-masing instansi dan capaian kinerjanya JPNN

                                      Klik gambar dibawah untuk browser paling kenceng