Selasa, 14 April 2015

Soal UN bocor di Internet

www.dapodik.info Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menemukan adanya bocoran soal ujian nasional atau UN yang mudah diunduh di internet, meskipun sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sudah menekankan kejujuran.


"Kami dapat laporan mengenai kebocoran soal. Setelah diselediki, ternyata benar soalnya sama persis dan bisa diunduh," ujar Sekjen FSGI Retno Listyarti di sela-sela kunjungan Presiden Jokowi di SMAN 2 Jakarta, Jakarta, Selasa (14/4).

Retno menceritakan dirinya berhasil mengunduh sebanyak 25 dari 30 soal UN yang tersedia di internet. Soal-soal tersebut disimpan di tempat penyimpanan data google dan bisa diakses publik. "Sebanyak lima soal lainnya tidak berhasil diunduh," kata dia.

erita mengenai kebocoran soal ujian nasional yang didapat dari internet.
Retno mengaku mendapat laporan dari salah seorang guru di Jakarta. Guru tersebut memberinya tautan.

Tapi sayangnya, saat ini tautan tersebut tidak lagi bisa dibuka. "Setiap mata pelajaran, ada lima tipe soal. Sepertinya sudah disiapkan dengan baik," katanya.
Kepsek SMAN 3 Jakarta itu meminta Kemdikbud untuk mengusut tuntas persoalan itu. "Harus diusut tuntas, siapa pelaku yang membocorkan soal itu," katanya.

Retno menyebut kecurangan masih tetap terjadi pada UN 2015. Tapi jika dibandingkan tahun sebelumnya, laporan kecurangan menurun drastis. "Misalnya pada H-3, tahun lalu kami menerima 11 laporan, sekarang nol. Lalu pada H-2, tahun ini hanya menerima satu laporan," ujar dia.
Malah, belum ada laporan kecurangan mengenai UN berbasis komputer. UN berbasis kertas diselenggarakan pada 13 April hingga 15 April. Sementara UN berbasis komputer diselenggarakan 13 April hingga 16 April dan 20 April dan 21 April.

Jumat, 10 April 2015

5 Ciri Guru Kreatif

5 ciri guru kreatif. www.dapodik.info 
Sahabat apa kabarnya malam ini? malam ini saya ingin berbagi tentang Guru Kreatif , tulisan ini terinspirasi dari cerita salah satu teman mengajar saya beberapa hari yang lalu.
Dua hari setelah pembagian raport salah satu teman mengajar saya, seorang guru perempuan bercerita seperti ini :
“Wah pak kemarin saya kaget pak, ada salah seorang ibu yang tiba-tiba bilang sama saya, wah ibu kayaknya sudah mendoktrin anak saya deh”. maksud ibu (sambil hati deg-degan), kok anak saya selalu bilang apa-apa bu Ayu, semuanya kata Bu Ayu. Oh begitu bu, kirain doktrin apaan ibu mah bikin saja deg-degan saja.”
Dilain kesempatan beberapa wali murid juga sering mengatakan kepada saya, wah pa kayaknya anak saya cocok deh kalau di ajar sama Bu Ayu, soalnya kata anak saya Bu Ayu orang asyik, gak pernah marah dan perhatian pokoknya bagus deh. Bahkan ada juga beberapa orang yang anaknya pindah kelas minta di ajar oleh bu Ayu.

Nah, dari cerita singkat di atas kalau boleh saya katakan bu Ayu ini memang guru kreatifapa sih kreatifnya beliau, apakah sahabat juga termasuk sama dengan bu Ayu ini.
Berikut ini 5 ciri bahwa anda adalah guru kreatif :

1. Nama anda menjadi cerita paling mengasyikan : Maksudnya jika anda termasuk guru kreatif biasanya anak-anak akan bercerita kepada orang tuanya di rumah “mamah-mamah bu ini baik deh dan perhatian juga, tadi saat aku jatuh bu gurunya nolong aku terus dikasih obat”.  Nah, jika anda termasuk guru paling mengasyikan saya yakin suatu saat anda akan mendapatkan cerita tersebut dari wali murid anda.

2. Guru kreatif murid responsif : Jika anda mampu membuat suasana kelas menjadi terus bergairah, anak-anak belajar dengan semangat dan mereka merespon setiap perintah yang anda berikan maka anda termasuk guru kreatif.  Bagaimana caranya, nah pada bagian ini sebaiknya anda harus banyak belajar tentang ilmu ice breaking.

3. Asyik dan gak suka marah-marah : Yakin deh, kalau anda bertipe guru kayak gini ada akan dikenang sepanjang masa, nah bu Ayu adalah salah satu guru kreatif yang punya kepribadian seperti ini. Sekarang anda tinggal intropeksi saja, jika anda sering marah-marah pasti anda akan jadi selebritis, yah, selebritis yang membuat anak-anak takut berhubungan dengan anda.

4. Perhatian dan bersahabat :  Jika ada anak yang tiba-tiba jatuh atau kecelakaan kemudian anda langsung  cekatan menolongnya, misalnya mengobatinya, saya yakin anda akan dikenang sepanjang masa oleh anak yang anda tolong tersebut. Nah, hal ini saya rasakan sendiri, saat kelas 4 SD perut sakit lalu ada seorang guru yang perhatian beliau langsung menggosokan minyak kayu putih kebagian perut saya tentu guru tersebut masih saya ingat walau kejadiannya hampir 15 tahun yang lalu.

5. Kehadirannya di rindukan anak-anak : Wah senangnya jika anda sudah mendapat kondisi seperti ini, dimana ketidak hadiran anda dirindukan oleh anak-anak.
Semoga artikel singkat ini membuat anda dan saya terus bersemangat untuk menjadi guru kreatif dan inspiratif.

sumber tulisan

Semua Peserta UN berhak dapat SKHUN

Siswa yang telah mengikuti ujian nasional (UN) berhak mendapatkan sertifikat hasil UN (SHUN).

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, Nizam, mengatakan berapa pun nilai yang diperoleh, sekolah wajib menyerahkan SHUN kepada siswa.

“Berapa pun nilai UN siswa, SHUN-nya tetap keluar. Sekolah tidak boleh ada alasan untuk menahan SHUN,” katanya seperti dikutip dari laman kemdiknas.go.id, Selasa (7/4/2015).

Selanjutnya, papar Nizam, sekolah bisa mengumumkan kelulusan siswa setelah hasil UN diterima. Hal itu bertujuan agar siswa tetap memenuhi kewajiban untuk mengikuti UN.

Jika siswa tersebut belum memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yaitu 55, siswa memiliki pilihan untuk mengulang UN kembali atau tidak.

“Apabila siswa memilih untuk mengulang, maka setelah ujian ulang siswa akan menerima sertifikat hasil perbaikan UN,” katanya.

Nizam menegaskan nilai yang diperoleh peserta UN tidak memengaruhi kelulusan maupun kesempatannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Karena untuk masuk ke perguruan tinggi, ada faktor lain yang menjadi ukuran. UN hanya dilihat sebagai salah satu pertimbangan,” kata dia.

Nizam mencontohkan jika siswa tersebut memiliki nilai rapor sembilan sementara nilai UN-nya empat, maka terdapat indikasi sekolah tersebut obral nilai kepada siswa.

“Jadi nanti, hasil UN akan diserahkan kepada perguruan tinggi bersamaan dengan indeks integritas setiap sekolah. Hasil tersebut akan diserahkan pada 2 Mei. Sedangkan pengumuman kelulusan, akan dilakukan pada 15 Mei,” beber dia.

SKL 55 yang telah ditetapkan BSNP ditujukan bagi enam mata pelajaran yang diujikan. Siswa yang mendapat nilai UN di bawah SKL bisa mengulang UN di tahun 2016 mendatang.

Namun demikian, meskipun nilai UN di bawah SKL, siswa tetap mendapat SHUN dan tidak diwajibkan untuk mengulang.

Senin, 06 April 2015

Kisah Si Guru Honorer


Saya seorang guru. Menyebutnya saja bisa membuat bangga apalagi benar-benar melakoninya. Saya benar seorang guru, guru honor, guru yang dianggap sebagai pelengkap saja di sebuah sekolah. Bagaimana tidak, saya hanya mengajar jika tersedia jam kosong atau lebih dari guru pegawai negeri. Tidak hanya saya, guru honor lainnya juga mendapatkan perlakuan yang sama. Di saat isu sertifikasi semakin santer mengarak guru pegawai negeri untuk memenuhi 24 jam pelajaran dalam seminggu, tergerus pula jam pelajaran bagi kami guru honor. Guru-guru tersertifikasi wajib mengajar supaya dianugerahi gaji dua kali lipat di awal bulannya, atau di rapel percatur wulan. Sebagian guru honor lain, teman saya sendiri, malah datang ke sekolah sekadar menampakkan diri supaya terdata sebagai honorer walaupun tidak ada jam mengajar. Harapan diangkat menjadi pegawai negeri semakin menjadi asa yang tak terbendung, belum lagi informasi yang beredar bahwa honorer tidak akan diangkat lagi jadi pegawai negeri. Secara sadar atau tidak, mungkin hanya untuk menyenangkan hati lara, kami berkata pada diri sendiri akan sebuah kesabaran pasti ada hasil.

“Nanti, saat pemimpin kita diganti, kebijakan juga akan berganti!”

Saya berada di lingkungan yang sama dengan guru tersertifikasi. Keberuntungan masih memihak kepada saya walaupun hanya sedikit saja. Saya masih mendapat jatah jam mengajar pelajaran Teknologi Informasi (TIK). Padahal ijazah saya jelas-jelas tertera Sarjana Pendidikan Fisika. Saya mengajar TIK karena tidak ada guru yang bersertifikat TIK dan guru-guru lain di sekolah ini belum mahir mengoperasikan komputer.

Saya mengajar di dua sekolah, MTsN dan MAN, di Kabupaten Aceh Barat. Dan hanya dua sekolah ini pula yang sudah menerapkan bayaran perjam bagi guru honor. Saya masih berada di ujung keberuntungan, selain dibayar perjam, gabungan jam mengajar saya dari dua sekolah itu melewati batas 30 jam perminggu. Saya tidak bisa menyebutkan besar nominal yang diberikan dua sekolah tersebut, paling tidak cukup untuk saya beli bensin tiap hari ke sekolah. Jam mengajar saya lebih banyak dari guru bersertifikat sebagai guru profesional, bukan?

guru honor

Saya membiarkan waktu berjalan sebagaimana mestinya. Di saat guru pegawai negeri bersertifikasi lupa mengajar karena harus mengurus kelengkapan pembelajaran (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Silabus, Program Semester, Program Tahunan, Minggu Efektif, Kriteria Ketuntasan Minimum), juga berkas-berkas kenaikan pangkat. Saya diwajibkan berkonsentrasi pada pelaksanaan pembelajaran itu sendiri. Saya masuk kelas lebih awal bersama guru honor lain. Mengajar sesuai jam yang telah diberi tanggung jawab kepada kami. Lalu pulang di jam yang sama dengan guru pegawai negeri.

Mengajar 30 jam di dua sekolah, saya menyiasatinya dengan sangat jeli. Berbagi hari antara dua sekolah terkadang tidak cukup memenuhi jumlah jam. Ada kalanya dalam satu atau dua hari saya harus memangkas pertemuan mengajar. Bila pagi sampai dengan jam istirahat di MAN, seusai istirahat saya akan ke MTsN. Untungnya lagi, jarak yang saya tempuh lumayan dekat dan waktu istirahat pun sama-sama mengambil pukul 10.30 WIB.

Karena masih dianggap anak bawang, sebutan kepada guru honor, saya mengerahkan segenap kekuatan untuk berbagai bidang ilmu di luar ijazah yang saya emban. Mengajar di MAN lebih leluasa saya lakukan karena sudah tersedia Laboratorium Komputer, sedangkan di MTsN saya lebih mengandalkan pengetahuan dan buku-buku sebagai penunjang. Menghadapi lebih kurang 300 siswa dalam seminggu membuat batin saya lelah sekali. Antara siswa MAN yang beranjak dewasa tentu saja berbeda dengan siswa MTsN yang masih berangkat dari anak-anak menuju masa remaja. Belum lagi mengajarkan ilmu praktik tanpa disertai sarana pendukung membuat saya kelimpungan. Terlebih, saat siswa-siswi sudah mengenal internet, berinteraksi di facebook maupun twitter, saya dituntut kerja ekstra menjawab pertanyaan dari mereka. Saya menjelma menjadi seorang guru ahli komputer, mereka bertanya semua hal, termasuk guru-guru di dua sekolah yang menggantungkan harapan bisa mengetik soal-soal ujian dengan benar di keyboard kepada saya.



Saat saya tidak bisa mengandalkan komputer karena mati lampu atau alasan lain, saya memastikan siswa-siswi bisa belajar dengan metode lain. Mengenalkan kepada mereka istilah-istilah dasar dalam pengoperasian komputer atau mengadakan diskusi kelompok. Di MTsN yang belum memiliki laboratorium komputer, saya mengajak siswa-siswi bermain game karena mereka lebih suka bermain di luar kelas.



Konsentrasi saya sering terpecah antara tuntutan 30 jam pelajaran. Saya butuh, seperti yang sudah saya sebutkan di awal, hanya dua sekolah ini yang memberikan kemakmuran bagi kami guru honor walaupun sering kali terlambat satu bulan bahkan sampai satu semester. Saya meninggalkan satu sekolah saja, calon guru honor yang lain akan mengantri datang melamar. Seakan, kami tidak mengindahkan teguran pemerintah yang mengatakan tidak ada lagi kemungkinan guru honor diangkat jadi pegawai negeri. Tapi kami tetap mengajar, karena itulah aktivitas kami di daerah sempit lapangan pekerjaan. Paling tidak, sudah rapi setiap pagi membawa kebanggaan tersendiri karena kami seorang sarjana.



Sebagai guru honor, selain diabaikan oleh sekolah kami pun dianak-tirikan oleh pemerintah. Saya termasuk salah satu guru honor dari sekian ribu guru honor yang sudah mengabdi puluhan tahun. Satu dua di antara kami menerima tunjangan fungsional sebesar Rp. 250 ribu sebulan dan dibayar persemester. Dan jika dalam satu sekolah tidak semua guru honor mendapatkannya, kami berhak membagi sama rata. Saya mendapatkan sedekah dari pemerintah itu dari MTsN, dan kami membagikannya kepada guru honor lain yang datanya belum tersimpan di Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat. Besaran angka tersebut sangatlah minim untuk motivasi seorang guru yang mengajar saban waktu mencerdaskan anak bangsa. Saya bisa memahami pengeluaran pemerintah dalam hal ini, tetapi mereka, guru honor yang lebih tua, lebih lama mengabdi, nominal itu sungguh sangat berarti.

Terakhir, selain isu sertifikasi, datanglah Kurikulum 2013 yang memangkas beberapa mata pelajaran termasuk TIK. Sebagai guru yang hanya mengajar TIK saja maka saya akan kehilangan jam pelajaran tersebut di masa mendatang. Di saat-saat seperti ini, saya mengharapkan suatu keajaiban datang dari mana saja. Satu sisi, kurikulum baru tersebut bagus untuk dilaksanakan di daerah urban. Di sisi lain, kurikulum tersebut menciptakan kebingungan kepada guru mata pelajaran dan menghilangkan banyak harapan guru-guru honor di seluruh negeri ini. Tapi pemerintah tahu yang terbaik untuk dunia pendidikan Indonesia yang semakin tertinggal. Mungkin kami yang semestinya berbenah, mengepakkan sayap mencari harapan di dunia baru lainnya.

Saya, di antara ribuan guru honor lain. Beginilah nasib kami. Curahan hati saya barangkali lebih bahagia dibandingkan guru honor lain. Saya masih mendapatkan imbalan dari dua sekolah dengan dihitung perjam masuk. Guru honor lain, akan dibayar persemester sealakadarnya saja. Seandainya mereka bisa menulis, bisa mengakses internet, kegetiran mereka akan lebih menyayat hati!

Ubaidillah S. PdI

Rabu, 01 April 2015

7 Sasaran Penerima Program Indonesia Pintar (PIP)


Ada tujuh sasaran penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang harus menjadi perhatian stakeholder pendidikan. Demikian salah satu butir paparan Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, saat menjadi pembicara bersama Direktur Jenderal Pendidikan Menengah pada Komisi 2 Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2015.

Ketujuh sasaran itu adalah: Pertama penerima PIP adalah penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun 2014 yang keluarganya pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Kedua, siswa atau anak dari keluarga pemegang KPS atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum menerima BSM pada tahun 2014.
Program Indonesia Pintar

“Kami sudah mendata, di Didkas itu ada sekitar dua juta tambahan. Jadi sebenarnya, orangtua siswa ini pemegang KPS, tapi karena tidak dilaporkan melalui Dapodik atau sekolah, akhirnya data dua juta anak ini lewat. Nah ini baru teridentifikasi setelah melaporkan melalui Dapodik. Di SMA dan SMK juga sama, persoalannya seperti itu,” ujar Hamid kepada para kepala dinas pendidikan di Gedung Merah Putih, Pusbangtendik, Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Senin kemarin, 30 Maret 2015.

Ketiga, adalah siswa atau anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) non KPS. Keempat, adalah siswa atau anak yang berstatus yatim piatu atau yatim atau piatu dari panti sosial atau panti asuhan. Kelima, siswa atau anak yang terkena dampak bencana alam. Keenam, anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah. Ketujuh, siswa atau anak dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terancam putus sekolah atau siswa/anak dengan pertimbangan khusus lainnya seperti: a) kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di lapas, memiliki lebih dari 3 seatap; dan b) dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang pertanian (bidang agrobisnis, agroteknologi) perikanan, peternakan, kehutanan dan pelayaran/kemaritiman.

“Nah untuk anak-anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah karena drop out, mereka ini dapat memperoleh manfaat PIP manakala mereka kembali ke sekolah. Jadi tidak serta merta pemegang KIP itu kita berikan, itu ada syaratnya yaitu bila mereka kembali ke sekolah, atau masuk ke program paket kesetaraan atau lembaga kursus,” kata Hamid.

Hamid menambahkan, manakala sasaran pertama hingga keenam itu tidak ada masalah, maka pada sasaran ketujuh, sekolah dapat mengusulkan anak-anak yang dianggap tidak mampu. “Ini juga akan kita pertimbangkan.”

Pada kesempatan itu, Hamid juga menegaskan bahwa penyaluran PIP pada tahap pertama masih menggunakan istilah BSM. “Karena yang akan disalurkan itu memang APBN tahun 2015 yang ditetapkan pada tahun 2014. Saat ini kita sedang memproses APBN-P 2015 yang namanya nanti resmi menjadi PIP.”

dikdas.kemdikbud.go.id

Sabtu, 28 Maret 2015

Juragan Boing, Cerita Rakyat Tema Percintaan dalam Buku Pelajaran SD


Lagi-lagi buku pelajaran mengandung materi tidak pantas ditemukan dalam buku pelajaran SD.  Dalam pelajaran yang termasuk muatan lokal ini menceritakan tentang kisah rakyat Betawi yang berjudul Juragan Boing. Kisah yang bercerita mengenai percintaan itu tidak sesuai bagi anak yang masih duduk di bangku SD.
Juragan Boing, Cerita Rakyat Tema Percintaan dalam Buku Pelajaran SD
image by beritasatu.com
Dedy, salah seorang orangtua siswa khawatir cerita itu akan membuat anak menjadi dewasa sebelum waktunya. Sebab, anaknya, Gita (10) yang merupakan siswa kelas 4 SD Negeri Baru 07 Pagi Cijantung, menanyakan soal istri kedua yang terkait dalam cerita Juragan Boing. "Saya bingung jawabnya apa. Gurunya juga bingung waktu ditanya soal istri kedua jawabnya bagaimana."

Gita menuturkan, ia bersama siswa lain diminta untuk mempraktikan cerita Juragan Boing di kelas. Ia mengaku tidak terlalu memahami isi cerita itu. "Ya, mengerti sedikit. Cuma enggak paham soal istri kedua," tuturnya lugu.

Kisah Juragan Boing ini bercerita tentang seorang juragan bernama Boing yang sangat kaya. Ia memiliki sawah yang luas hingga tidak sanggup mengurus sendiri sawahnya. Juragan Boing pun meminta tolong pada anak buahnya yang bernama Maun. Namun suatu hari Maun sakit dan tidak bisa bekerja, ia pun berkunjung ke rumahnya. Di situlah Juragan Boing jatuh cinta pada anak Maun, yakni Juleha yang berparas cantik. Ia pun meminta izin pada istrinya untuk melamar Juleha. Namun, ternyata Juleha berpacaran dengan Mat Salim, anaknya sendiri. Juragan Boing pun mengurungkan niatnya dan menikahkan Mat Salim dengan Juleha.

beritasatu.com

Jumat, 27 Maret 2015

Para Guru Mau Diangkat CPNS Lewat Jalur Khusus, Ini Caranya


Kemristek Dikti membuka jalur khusus pengangkatan CPNS melalui jalur khusus dan pesaing sedikit, Apa itu? Kabar baik bagi para lulusan program Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memastikan jalur khusus seleksi CPNS bagi mereka masih tersedia.  ’’Tentu akan terus ada. Ini adalah mekanisme membangun Indonesia,’’ ungkap Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenristek Dikti Supriadi Rustad di Jakarta, Kamis (26/3).
CPNS GURU
Dia menyatakan, akan ada penambahan kuota untuk jalur khusus tersebut. Dengan catatan, seluruh lulusan SM3T yang diangkat menjadi PNS tahun ini dapat bekerja maksimal di daerah penempatan.

 Selain itu, animo para lulusan SM3T untuk turut berkontribusi tahun depan cukup besar. ’’Tentu kita tidak mau kalau sampai sudah mengajukan, tapi ternyata kuota tidak dapat terpenuhi,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kuota khusus penerimaan CPNS untuk alumni SM3T baru diadakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tahun lalu. Ada seribu kuota yang diberikan khusus untuk mereka.

Mantan pembantu rektor bidang akademik Universitas Negeri Semarang itu menjelaskan, pada jalur khusus tersebut, tidak ada perbedaan antara tes yang diberikan dan tes CPNS jalur umum. Materi yang diujikan relatif sama.

Hanya, keistimewaannya, pesaing dalam tes tidak terlalu banyak. Para alumnus SM3T hanya akan bersaing dengan sesama alumnus yang mencapai 11 ribu orang. Sementara itu, pada tes CPNS jalur umum, persaingan akan lebih ketat karena dilakukan bersama ratusan ribu pelamar lainnya.
dari catatan seleksi CPNS tahun lalu, 1.395 alumnus SM3T ikut mendaftar tes jalur khusus tersebut. Hasilnya, 1.224 orang dinyatakan lulus.

Meski, akhirnya hanya 809 orang yang berhasil terserap lantaran ketersediaan formasi di daerah yang tidak sesuai dengan minat para pendaftar. Jadi, banyak yang harus gugur.

Selasa, 24 Maret 2015

Persyaratan Pencairan Tunjangan Sertifikasi yang Dibawa ke Bank

Sekitar bulan April nanti seluruh tunjangan guru akan dicairkan, berdasarkan informasi yang didapat dari laman P2TK Dikdas, ada beberapa persyaratan berkas yang harus dibawa ketika pencairan dana sertifikasi di Bank, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali akan menerima tunjangan. Pencairan tunjangan tentunya jika data guru di cek info PTK sudah valid.

Kelengkapan berkas yang harus dibawa ke Bank Persyaratan Pencairan di Bank persyaratan berkas yang harus dibawa ketika pencairan dana sertifikasi di Bank
Kelengkapan berkas & Persyaratan yang harus dibawa guru ke Bank

Selain mengisi formulir, guru juga diminta untuk membawa dokumen persyaratan
(Jika rekening sudah aktif dan guru sudah memegang buku rekening dimaksud, abaikan persyaratan tersebut)
Persyaratan Umum :

  1. Foto Copy KTP
  2. Foto Copy Kartu NUPTK/NRG (jika ada)
  3. Surat keterangan dari Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan guru di sekolah tersebut dan dicantumkan NUPTK, NRG, Nomor Peserta dan alamat sesuai KTP

Syarat Khusus :

  1. Apabila terjadi perbedaan NUPTK, guru yang bersangkutan harus membawa fotocopy Sertifikat Pendidik atau SK Tunjangan Profesi pada tahun Anggaran 2013
  2. Apabila terjadi perbedaan nama antara KTP dengan SK dan nama di rekening, guru yang bersangkutan harus membawa surat keterangan dari kepala sekolah yang menerangkan perbedaan tersebut

Syarat bagi Guru Mutasi :
Dokumen pada persyaratan umum ditambah dengan :

  1.     Copy Surat Keputusan mutasi bagi PNS
  2.     Surat Keterangan mutasi dari Yayasan/Komite/Kepala Sekolah bagi guru bukan PNS 


Senin, 23 Maret 2015

Cek Info PTK / Tunjangan Guru

Tak lama lagi pencairan dana aneka tunjangan guru seperti tunjangan sertifikasi/profesi, fungsional, bantuan akademik, dan tunjangan khusus akan segera cair. Bila melihat jadwal yang telah dikeluarkan oleh pihak P2TK Dikdas maka diperkirakan akan cair di bulan April mendatang. Perlu diketahui oleh Bapak Ibu Guru khususnya guru SD dan SMP bahwa proses pencairan tunjangan tunjangan tersebut di awali dengan keluarnya SKTP (untuk yg sudah sertifikasi) dan penerbitan tunjangan berdasarkan pengisian dan pengiriman dapodik oleh operator dapodik sekolah Bapak Ibu masing-masing.

Di bawah ini merupakan link-link tempat Bapak Ibu guru untuk mengecek sampai sejauh mana kebenaran data dapodik yang sudah diinput operator dapodik. Selain itu di link info PTK di bawah ini akan ketahuan apakah sudah keluar SK untuk tunjangan profesi ataukah pula bagi yang non PNS berhak mendapatkan tunjangan fungsional dll.

Silakan pilih salah satu link di bawah, Klik saja langsung.


http://223.27.144.195:8081/
http://223.27.144.195:8082/
http://223.27.144.195:8083/
http://223.27.144.195:8084/
http://223.27.144.195:8085/
http://223.27.144.195:8086/
[NEW]  http://223.27.144.195:8087/
[NEW]  http://223.27.144.195:8088/


link cek info PTK, lapor tunjangan dikdas lembar info guru cek tunjangan sertifikasi, cek SKTP fungsional, tunjangan profesi
Jika muncul tulisan "Maaf Akses anda tidak syah" ...... klik saja kembali ke Beranda


Jika sudah terbuka silakan masukkan username nya. bisa NUPTK, NRG, atau NIK sedangkan untuk password masukkan tahun, bulan dan tanggal lahir bapak ibu sekalian...

Minggu, 22 Maret 2015

Semua Siswa Bakal Dapat Sarapan di Sekolah

Sebuah program bernama "Sarapan Sehat di Sekolah" akan digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemkes). Program ini didaulat  sebagai pengganti program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah ( PMT-AS). Upaya ini dianggap penting mengingat hampir 45 persen anak sekolah tidak sarapan, sehingga berpengaruh buruk pada kualitas belajar mereka di sekolah.

Sebuah program bernama "Sarapan Sehat di Sekolah" akan digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemkes).
siswa sedang sarapan di sekolah

"Dengan program ini, semua siswa bisa mendapatkan sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran di sekolah. Karena kalau tidak sarapan, itu bisa mengganggu konsentrasi dan semangat belajar mereka di sekolah," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad di acara Dokter Kecil-Mahir Gizi, di Jakarta, Jumat (20/3).

Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan status gizi anak. Apalagi Hamid menyebutkan, empat dari 10 anak usia sekolah mengalami masalah kekurangan gizi.

"Ini masalah yang serius, karena pemenuhan gizi seimbang itu merupakan modal utama dalam menyiapkan generasi yang hebat. Kalau dibiarkan, bisa terjadi lost generation," ujar dia.

Menurut Hamid, program sarapan sehat di sekolah ini secara efektif akan mulai digulirkan pada tahun 2016 mendatang. "Bentuk programnya seperti apa, masih akan kita bicarakan lebih lanjut," kata Hamid.