Pendirian ISBI Aceh dan Institut Teknologi Kalimantan Masuki Tahap Serah Terima Aset

Pendirian ISBI Aceh dan Institut Teknologi Kalimantan Masuki Tahap Serah Terima Aset

Jakarta, Kemdikbud --- Proses pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di empat wilayah Indonesia (Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Papua) serta pendirian Institut Teknologi Sumatera dan Kalimantan sudah dimulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sejak tahun 2012. Pendirian dua jenis lembaga pendidikan tinggi ini melalui tahap studi kelayakan dan penyiapan dokumen pendirian, termasuk penyerahan aset dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Tahun 2014 ini ISBI Aceh dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melakukan serah terima aset dengan Kemdikbud.

Serah terima aset dan nota kesepahaman pendirian ISBI Aceh dan ITK berlangsung di Gedung D Kemdikbud, Jakarta, pada Jumat siang, (21/3/2014). Pihak Kemdikbud diwakili Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdikbud Ainun Na’im, sedangkan pihak pemerintah daerah diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Dermawan, dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rusmadi.

Pemprov NAD menyerahkan aset berupa lahan seluas 30 hektar di Janto, Aceh Besar, sebagai lokasi pembangunan kampus ISBI Aceh. Penyerahan aset tersebut disertai sertifikat tanah langsung atas nama Kemdikbud. Sekda Provinsi NAD, Dermawan mengatakan, penyerahan sertifikat tanah atas nama Kemdikbud itu menjadi bukti keseriusan pemerintah Aceh dalam mendukung pendirian ISBI Aceh.

Pemprov Kaltim juga menyerahkan aset berupa lahan seluas 60 hektar dari total 300 hektar yang akan diserahkan. “Yang sudah selesai sertifikatnya 60 hektar,” ujar Sekda Provinsi Kaltim, Rusmadi. Institut Teknologi Kalimantan direncanakan akan didirikan di Kota Balikpapan, Kaltim.

Dalam sambutannya, Sesjen Kemdikbud Ainun Na’im menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas dukungan pemprov NAD dan Kaltim dalam pendirian ISBI Aceh dan ITK. “Penyerahan aset dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat tersebut merupakan bagian dari implikasi bagaimana kita melaksanakan tata kelola terkait penyelenggaraan pendidikan tinggi,” katanya. Na’im juga berharap semoga kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah bisa berjalan dengan lancar.

Mendikbud Minta Verifikasi Sertifikasi Guru Dipercepat

Mendikbud Minta Verifikasi Sertifikasi Guru Dipercepat

Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan 12 konter layanan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) pendidikan dasar (dikdas). Konter yang dibuka kemarin, Kamis (20/03/2014) ini dibuat seperti halnya pelayanan dalam bank. Para guru bisa mendapat layanan langsung di konter yang ditempatkan di Gedung C lantai 19 tersebut. Salah satu layanan yang disediakan adalah sertifikasi guru.

“Jadi (sertifikasi itu) ada tiga kolom, kolom pertama untuk yang sudah layak mendapatkan sertifikasi, kolom kedua untuk yang masih perlu verifikasi, dan kolom terakhir yang tidak layak, yaitu guru yang sudah pensiun, atau guru tidak tetap. Sekarang ini kita ingin mempercepat yang di kolom kedua, yang verifikasi,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, ketika mengunjungi unit layanan ini, Jumat (21/04/2014), di lokasi unit layanan.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga berdialog dengan sejumlah guru yang sedang mengurus sertifikasi. Para guru tersebut datang dari Ambon, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya. Mendikbud mencermati tata layanan dan tata cara yang dilakukan oleh petugas unit layanan.

Ia juga memberikan arahan agar unit layanan dikdas ini diperluas untuk layanan sertifikasi PAUD, Dikmen dan Dikti, sehingga akan terdapat unit layanan terpadu dalam hal sertifikasi. Layanan ini tidak dipungut biaya.

Dalam unit layanan ini, para guru bisa melengkapi data dan mengecek data, dan layanan lain yang terkait dengan sertifikasi.

Dalam peninjauan ini Mendikbud didampingi Dirjen Dikdas Hamid Muhammad, Direktur Pembinaan PTK Dikdas Sumarna Supranata dan Direktur Pembinaan PTK Dikmen Purwadi Sutanto.

Lomba Penulisan Artikel dan Features Kemdikbud

LOMBA PENULISAN ARTIKEL DAN FEATURES
BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Penulisan Artikel dan Features Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2014.

Tema Lomba adalah:
“Mendidik Sejak Dini, Sekolah Setinggi Mungkin, Menjangkau Lebih Luas”

Subtema:
- Pendidikan Anak Usia Dini – Satu desa Satu PAUD;
- Pendidikan Menengah Universal dan Pendidikan Tinggi, Kurikulum 2013;
- Pendirian Akademi Komunitas dan PTN Baru, Bidikmisi, BSM, BOS, BOS-SM, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Kriteria Lomba:
1. Penulisan artikel terbuka untuk umum sedangkan penulisan karangan khas (features) untuk wartawan media cetak.
2. Artikel dan features adalah karya asli. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari tulisan terbukti bukan karya asli.
3. Artikel dan features belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.
4. Artikel dan feature dimuat pada media massa cetak yang terbit di Indonesia. Kategori Artikel dimuat pada periode 1 November 2013 s.d 10 April 2014, sedangkan kategori Features dimuat pada periode 1 Januari s.d 10 April 2014.
5. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
6. Pengiriman naskah artikel dan features dilampirkan bukti pemuatan serta fotokopi identitas, paling lambat tanggal 10 April 2014 (cap pos) dan diterima panitia paling lambat tanggal 14 April 2014, dikirim ke alamat panitia lomba: Pusat Informasi dan Humas, Gedung C lt. 4, Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.
7. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel dan features.
8. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id pada 9 Mei 2014.
9. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)
Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)
10. Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Jakarta, 28 Februari 2014
Panitia Lomba
Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat

Lomba Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2014

LOMBA FOTO
BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2014

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2014.

Tema Lomba adalah:
“Mendidik Sejak Dini, Sekolah Setinggi Mungkin, Menjangkau Lebih Luas”

Subtema:
- Pendidikan Anak Usia Dini – Satu desa Satu PAUD;
- Pendidikan Menengah Universal, Pendidikan Tinggi, Kurikulum 2013;
- Pendirian Akademi Komunitas dan PTN Baru, Bidikmisi, BSM, BOS, BOS-SM, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), Keaksaraan.

Kriteria Lomba:
1. Kategori lomba foto meliputi: pelajar/mahasiswa; umum/profesional; dan wartawan. Karya wartawan sudah pernah dimuat di media cetak atau media online, disertakan bukti pemuatan dan melampirkan kartu pers.

2. Foto adalah karya asli, dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari foto terbukti bukan karya asli.
3. Foto belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.
4. Fotografer bukan pegawai Kemdikbud Pusat.
5. Fotografer belum pernah menang pada lomba yang diadakan oleh Kemdikbud.
6. Melampirkan identitas pengirim (nama, alamat, email, dan nomor telepon).
7. Pengiriman foto dalam bentuk file dengan ukuran 1,25 MB, resolusi 72 per inch, berwarna (full colour), dan di buat pada masa 1 Januari s.d 10 April 2014, ke email: lombafoto@kemdikbud.go.id, paling lambat tanggal 10 April 2014 pukul 16.00 WIB.
8. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.
9. Panitia berhak menggunakan foto yang diikutsertakan dalam lomba untuk kepentingan publikasi Kemdikbud.
10. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id pada Mei 2014.
11. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)
Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)
12. Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Jakarta, 28 Februari 2014
Panitia Lomba
Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat

Pengumuman

Seluruh Isi Artikel Di Blog Ini sudah dipindahkan ke Blog jetjetsemut.blogspot.com Terima kasih atas kunjungannya. Admin Dapodik 2013